Senin, 13 Oktober 2014

Aku adalah Aku

Aku adalah Aku

Judul essay ini adalah “Aku adalah Aku”, tema yang diangkat adalah “Simple Idea to be a Successful Entrepreneur for a Big Change”. Essay ini adalah tugas dari UKM WE&T ITS. Saya akan membahas judul yang saya tulis. Maksudnya adalah aku, aku adalah sahabatku, aku adalah aku, aku adalah orang paling lama yang akan berteman dengan aku, bukan orang tua, bukan angota keluarga, bukan teman sebaya, juga bukan pacar yang setia. Aku bukan aku jika aku menghilangkan ciri khasku, aku bukan aku jika aku harus mengubah diriku hanya demi orang lain atau situasi khusus. Aku tidak mau dipaksa untuk menjadi bukan aku. Siapapun yang ingin atau menyuruh aku untuk berubah akan mendapat sebuah hadiah, yaitu aku yang sama. Aku akan sukses menjadi orang jika aku mengenali teman seumur hidupku, yaitu aku.

Sukses tidak harus merubah diri sendiri. Kenal aku dengan aku adalah yang paling penting, karena dengan begitu, aku dapat mengerti potensi yang kumiliki dan kapasitas yang aku punya. Potensi itulah yang akan membantu aku di jalan kesuksesanku. Aku lah yang menentukan siapa aku, jalanku, kesuksesanku, dan hidupku (setelah faktor Tuhan). Aku yang akan menentukan apakah aku akan berubah atau tidak, aku lah yang menjadi faktor perubahan, aku yang menjalani hidupku, tidak ada sangkut paut dengan orang lain. Aku tidak ingin sombong, karena di atasku ada energi dan zat yang lebih berkuasa daripada aku sendiri, yaitu Tuhanku.

Apapun yang aku kerjakan, apapun yang aku ubah di hidupku karena aku, semua akan aku kembalikan ke Tuhanku. Kembali ke topik (tema), ideku untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses adalah: aku harus mengenal aku. Sebuah kalimat simpel yang susah untuk direalisasikan. Kenapa? Karena menurutku, sulit sekali untuk kenal dengan diriku sendiri. Seperti ada tembok pembatas, yang membatasi aku dengan aku sendiri. Jujur adalah salah satunya, contohnya adalah jujur pada diriku sendiri dalam melakukan satu hal, seperti kapan kita harus berhenti atau kapan kita harus lanjut dan terus menjalani sebuah jalan. Jadi apa yang harus dilakukan agar menjadi entrepreneur adalah jujur dan kenali diri sendiri. Kenali potensi diri, sifat, kelebihan, dan kekurangan. Tidak boleh malu terhadap kekurangan diri sendiri, bisa jadi hal tersebut menjadi kelebihan tergantung dalam suatu kondisi.

Memaksimalkan kelebihan dan potensi yang aku miliki, jujur adalah yang paling penting. Jujur, mudah dalam perkataan, susah direalisasikan. Selain faktor paling besar (aku), terdapat faktor lain yang tidak kalah penting dari faktor aku, yaitu faktor s (bukan x, karena x sudah terlalu sering dipakai). Faktor s mencakup banyak hal selain aku. Salah satu contoh adalah Tuhan. Aku harus dekat dengan Tuhanku! Tuhan lebih hebat dari aku, Dia free 24 jam, selalu memaafkan jika aku melakukan kesalahan, pengertian, dan selalu memberi hadiah untuk hal baik yang aku perbuat. Tuhan adalah sahabat terbaik, mungkin pacar favorit (tergantung masing masing pribadi dalam mengimplementasi makna Tuhan). Selanjutnya adalah faktor orang tua, terutama restu dari orang tua. Meskipun mereka bukan sahabat paling lama dan paling baik yang aku punya, mereka adalah sahabatku juga, sahabat yang percaya dengan aku, mengasuhiku, membuat aku jadi orang.

Selebihnya, usaha yang menentukan! Salah sekian jalan aku untuk menjadi entrepreneur adalah masuk ke dalam organisasi UKM WE&T ITS. Itu termasuk salah satu usaha bukan? Usahaku selanjutnya adalah untuk mengeluarkan energi yang telah aku simpan atau potensi yang aku simpan menjadi usaha yang tidak akan ditandingi ole siapa pun. Ikat aku dengan komitmen, maka aku pun akan berusaha hingga aku menjadi entrepreneur yag sukses, bahagia orang tua adalah tujuanku. Seperti naga yang mengamuk, menyemburkan api yang membuat naga tersebut ditakuti (Aku dengan potensiku). Satu kata untuk mengakhiri essay ini, “AKU ADALAH AKU”.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar